Mengapa Matematika Lemah

Anak yang tidak “enjoy” belajar matematika, ditandai seringnya merasa kesulitan mengerjakan PR matematika dari sekolahnya. Pembelajaran matematika di sekolah sangat terbatas sehingga kebutuhan anak terhadap matematika belum seluruhnya terpenuhi

Berhitung ( kali, bagi, tambah, kurang ) dahulu dipelajari mulai dari kelas 1 sampai dengan 6. Sekarang, anak kelas 3 SD sudah diharuskan mahir berhitung, karena kemampuan ini diperlukan untuk menyelesaikan soal-soal matematika yang memerlukan kemahiran berhitung seperti geometri, KPK&FPB, luas, volume, pecahan dan soal cerita, dll. Kalau tidak, anak akan mendapatkan kesulitan mengerjakan  soal, bahkan menjadikan anak stress dan  menganggap pelajaran matematika sebagai pelajaran yang paling susah.